• Home
  • Foto Hot
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact

aneh tapi nyata

  • Home
  • Gambar Hot
  • Zona Dewasa
Home » Uncategories » Uang Sepuluh Ribu Membuatku Bersyukur [motivasi]

Uang Sepuluh Ribu Membuatku Bersyukur [motivasi]

oleh : aneh tapi nyata


Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Diabernama Budiman.

Sore itu ia menemani istri dan seorangputrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan.Usai mereka membayar semua barang belanjaan. Tangan-tangan mereka sarat dengantas plastik belanjaan.

Baru saja mereka keluar dari toko swalayan,istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorangputri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Berikami sedekah, Bu!" Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu iamenyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itulalu menerimanya. Tatkala ia tahu jumlahnya dan ternyata itu tidak mencukupi kebutuhannya, ia kemudian menguncupkan jari-jarinya dan ia arahkan kearahmulutnya, kemudian ia memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkanjari-jari yang terkuncup itu ke arah mulutnya. Seolah ia berkata dengan bahasaisyarat, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong berikami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan." Mendapati isyaratpengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannyaseolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekahuntukmu!" Ironisnya meski ia tidak menambahkan sedekahnya malah istri danputrinya Budiman menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan.

Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan kearah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang adalah tanggaldimana ia menerima gajian dari perusahaannya, karenanya Budiman ingin mengeceksaldo rekeningnya. Ia sudah berada di depan ATM. Ia masukkan kartu ke dalammesin tersebut. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudianmuncullah beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecildari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening. Budimanmenarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM.

Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudahmenyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kaliini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Kemudian uang itu ia lipatmenjadi kecil dan ia berniat untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadimeminta tambahan sedekah. Budiman memberikan uang itu. Lalu saat sang wanitamelihat nilai uang yang ia terima betapa girangnya dia. Ia berucap syukurkepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuhkesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terimakasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga.Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga.Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonisdan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberikedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"

Budiman tidak menyangka ia akan mendengarrespon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akanberucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadisungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi iadengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnyakita bisa makan juga....!" Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitukencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia danputrinya bisa makan.

Sejurus kemudian mata Budiman membuntutikepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuahwarung tegal untuk makan di sana. Budiman masih terdiam dan terpana di tempatitu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman.

Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca danistrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya bertanya. Dengansuara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru sajamenambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!" Awalnyaistri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman menyatakan bahwa ia memberitambahan sedekah kepada wanita pengemis, namun Budiman melanjutkan kalimatnya:"Bu...aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, iaberucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, iamendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita.

Panjaaaang sekali ia berdoa! Dia hanyamenerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnyabersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo danternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dantersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah. Bu...,

aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalaumemang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah diayang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerimajumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah."

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suarayang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya punmenjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagaihamba.
Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yangsuka lalai atas segala nikmat-Mu
 Sumber
Posted by Unknown - Rating: 4.5
Title : Uang Sepuluh Ribu Membuatku Bersyukur [motivasi]
Description oleh : aneh tapi nyata, Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Diabernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorangputrinya berbelanja kebutuhan rumah tangg...

Share to

Facebook Google+ Twitter

0 Response to "Uang Sepuluh Ribu Membuatku Bersyukur [motivasi]"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Hot Lainnya

Copyright © 2012 aneh tapi nyata - All Rights Reserved
Design by Tahan Lama - Powered by Blogger